Rebo Pungkasan

Smart-Edu : Rebo pungkasan atau disebut juga Rebo wekasan adalah kumpulan berbagai aktivitas islami untuk menyambut Hari Rabu terakhir dari Bulan Safar. Aktivitas tersebut antara lain tahlilan (zikir bersama), berbagi makanan baik dalam bentuk gunungan maupun selamatan, sampai sholat sunnah lidaf’il balaa bersama. Namun di beberapa kalangan NU, salat sunnah lidaf’il balaa ini mulai mengalami perubahan dengan disarankan tidak lagi diniatkan untuk memperingati Rebo wekasan, namun sebagai salat sunah sebagaimana salat lainnya saja

This image has an empty alt attribute; its file name is image-4.png
Foto Suasana Pasar Rebo Wekasan ( Foto by : Mufid M. B. )

Di kecamatan Lebaksiu, Tegal. Rabu pungkasan dianggap sebuah perayaan meriah sehingga diadakan pasar malam yang berlangsung selama setengah bulan, sampai puncak kemeriahannya yaitu hari Rabu terakhir bulan Safar. Ada yang bilang setiap hari rabu tersebut, segala penyakit dan kesialan diturunkan.

Sejarah Rabu Pungkasan.

Awalnya Rebo pungkasan merupakan upacara tradisional yang pada mulanya dilakukan di tempuran (tempat bertemunya dua sungai) Gajah Wong dan Opak, yang berhubungan dengan mitos Sultan Agung saat mengadakan pertemuan dengan penguasa pantai selatan yaitu Kangjeng Ratu Kidul. Karena kemudian dirasakan menimbulkan efek negatif, kemudian acara ini digeser menjadi bentuk acara mengarak gunungan lemper diiringi arak-arakan.

Penulis : Mufid Mu’tashim (9.8)
Editor : Regina SF (9.5)

Satu respons untuk “Rebo Pungkasan

Tinggalkan komentar